Minggu, 07 Oktober 2018

Touring dadakan ke Curug Cigentis


Sewaktu masih bekerja di sebuah perusahaan minuman (yang tidak perlu disebutkan namanya) saya pernah tidak sengaja mengadakan touring dadakan. Kenapa dadakan?. Karena saat itu kami pulang pagi (shift malam). Pagi itu di depan area pabrik kami ngopi-ngopi sambil ngomongin masalah kerjaan, futsal sampai ke hal-hal seperti janda muda. Entah bagaimana bisa kemudian terbesit dalam benak saya untuk mengajak mereka pergi ke curug. Pertama saya menduga mereka semua bakal menolak, tapi sambil saling menatap mereka melongo lalu bilang, “boleh juga tuh idenya”. Padahal itu hanya pikiran iseng belaka.

Curug cigentis sendiri berada di Mekarbuana, Tegalwaru, Kabupaten Karawang dan tidak terlalu jauh dari lokasi pabrik kami waktu itu (tambun, Kabupaten bekasi). Setelah membeli perbekalan di indomart kami meluncur. Karena sebelumnya kami ngopi dulu, jadi setidaknya mata dan raga kami masih kuat berkendara. Sekitar dua jam perjalanan yang saya tidak sempat dokumentasikan dengan kamera, akhirnya kami sampai di area curug. Walau jalan menuju area ini cukup terjal dan banyak jalanan rusak, tapi perjuangan itu terbayar setelah kami sampai di area curug.


Tampak perbukitan khas pegunungan, walau bukan gunung beneran tapi setidaknya kalian bisa melatih fisik untuk mendaki disini.


Di curug ini kami harus lebih berjuang untuk kesana. Motor-motor yang kami pakai tidak kuat menanjak lebih jauh lagi dan akhirnya harus di parkirkan. Biayanya cukup murah hanya dengan Rp. 5000,- kalian bebas menitipkan motor sampai sore. Lalu mengenai biaya masuk ke curug sendiri sekitar Rp. 20.000,-/per-orang (harga parkir dan biaya masuk bisa berubah sewaktu-waktu). Kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tampak sekali teman-teman saya sudah hampir ga kuat berjalan lagi.





Sekadar peringatan, kalau kalian suka berinstagram atau berfacebook ria. Didaerah ini sangat susah sinyal. Bahkan sinyal telkomsel saya sama sekali nol. Saran saya lebih baik kalian abadikan saja dengan kamera, lalu setelah turun dari daerah ini barulah kalian mengupload sepuasnya.


Tidak cuma naik turun, tapi jalan setapaknya juga berkelok-kelok dan benar-benar menguras tenaga.



Untuk ukuran wisata alam, tempat ini termasuk murah meriah dan cukup mudah di jangkau buat kalian yang tinggal di bekasi, cikampek atau sekitarnya. Berjalan-jalan di antara pepohonan membuat pikiran kita tenang. Terlepas dari segala beban pikiran yang selama ini menghantui kita.


  Sepanjang perjalanan kami diiringi gemericik dari sungai kecil.
Berarti lokasi air terjun curug sudah semakin dekat. Kami semakin bersemangat melangkah walau agak terhuyung-huyung karena lapar mungkin.
Sekitar lima belas menit berjalan dari area tadi, dan finally.



Teman saya si wahyu langsung membuka kaus dan celana jinsnya (lihat orang paling kiri), dia sudah siap basah-basahan.


Sementara saya dan dua orang teman saya memesan mie rebus. Sambil menunggu mie rebus matang, kita foto-foto dulu.


Kali ini biar saya juru fotonya, karena lagi malu didepan kamera, hihihi.



Lumayan lama menghabiskan waktu ditempat ini. Menikmati gemericik air, suara jangkrik dan burung dimana mana. Rasanya saya mau selamanya di sini, haha.


Selepas berbasah-basah ria dan makan mie rebus, kami memutuskan untuk pulang karena waktu itu sudah menunjukan pukul empat sore. Kami tidak mau pulang terlalu malam jadi kami segera memutuskan untuk pulang. Setelah berhasil ke tempat parkir kami langsung bergegas pergi. Bye bye cigentis.




Mampir sebentar untuk salat maghrib, saya diluar menjaga motor-motor lalu sehabis mereka selesai –giliran saya salat





Kami sampai di rumah masing-masing sekitar jam sembilanan karena terjebak macet di daerah tambun. Tapi untungnya besok kami libur kerja, jadi ada waktu istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar