Beberapa waktu lalu saat saya ikut berkunjung ke rumah
mertua teman saya yang berada di Cilimus. Tidak sengaja kami melewati museum
ini dan menyempatkan untuk berkunjung. Seperti kebanyakan museum, tempat ini
adalah rumah tua bergaya Belanda yang terdapat barang-barang bersejarah di
dalamnya.
Museum perundingan Linggarjati ini tadinya adalah sebuah
gubug yang dibangun oleh perempuan bernama Jasitem sebagai tempat tinggalnya.
Gubug yang dibangun pada tahun 1918 ini pada akhirnya mengalami renovasi demi
renovasi. Gedung ini sendiri sempat mengalami pergantian fungsi dan
kepemilikan. Gedung ini pernah menjadi markas tentara, lalu Sekolah Dasar
bahkan pernah dipakai sebagai Hotel.
![]() |
| Replika Gedung Perundingan Linggarjati dan dibelakangnya adalah foto Gedung Perundingan dari masa ke masa sebelum menjadi gedung seperti sekarang ini. |
Gedung ini berada di timur Kota Kuningan, tepatnya di jl.
Gedung Perundingan Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Desa Linggarjati.
Gedung ini adalah saksi bisu dari peristiwa Perundingan
Linggarjati yang pada akhirnya menentukan nasib bangsa Indonesia kala itu.
Seperti dalam buku-buku sejarah, perundingan Linggarjati terjadi pada 10-12
November 1946. Dimana saat itu kita belum merdeka sepenuhnya karena Belanda
belum mau angkat kaki dari negeri ini.
Perundingan ini sendiri adalah salah satu upaya untuk
mengusir belanda dari negeri ini. Di mediasi oleh Diplomat Inggris, Lord
Killearn sebagain moderator perundingan ini agaknya adil dan tidak berat
sebelah.
Seharusnya perundingan diadakan di Jakarta atau
Yogyakarta, tapi karena tidak memungkinkan keadaannya diambilah jalan tengah.
Setelah itu barulah diputuskan jika perundingan dilaksanakan di Linggarjati.
Bila anda ingin berkunjung kesini, jam buka museum
dimulai dari pukul 07.00 WIB dan tutup pada pukul 15.00 WIB. Untuk ukuran
wisata, biaya masuk ke museum ini sangatlah murah, hanya dengan Rp. 3.000,- anda
sudah bebas mengitari area perundingan dan bebas berfoto-foto ria. Biaya itu
belum ditambah biaya parkir jika anda kesini menggunakan kendaraan pribadi,
biaya parkir sekitar Rp. 5.000,- .
Di museum ini terdapat kamar-kamar tidur dari para
pejuang diplomatik bangsa kita saat itu, seperti Sutan Syahrir, Soesanto,
Tirtoprodjo, Mr. Mohamad Roem dan Dr. A. K Gani. Terdapat juga replika kecil
atau semacam miniatur dari perundingan Linggarjati.
![]() |
(abaikan orang sebelah kiri) Miniatur dari
peristiwa perundingan Linggarjati
|
Didalam museum ini juga terdapat foto-foto dari peristiwa
perundingan Linggarjati dan foto-foto pendiri bangsa ini.
![]() |
| Hormat kepada salah satu orang yang paling berjasa buat bangsa ini. |
Seperti kata Bung Karno “Jas Merah”. Jangan sekali-kali
kalian melupakan sejarah. Terkadang ada bagusnya berwisata ke Museum-museum
dibanding kita pergi ke mall atau ke pantai. Di museum kita bisa belajar banyak
hal, lebih mengenal banyak hal dan sejarahnya. Daripada menghabiskan berjam-jam
membaca buku sejarah yang biasanya baru sepuluh menit saja sudah mengantuk.
Kenapa kita tidak langsung kunjungi saja tempat-tempat yang ada di buku
sejarah, saya jamin kita tidak akan mengantuk.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar