Curug Sidomba adalah salah
satu obyek wisata alam di Obyek Wisata Bumi
Perkemahan Sidomba.
Letaknya di kaki gunung
ceremai, Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Kenapa bisa
dinamakan curug sidomba? Konon katanya dulu curug itu adalah tempat memandikan
domba dan hutan sekitar nya itu tempat menggembala domba-domba.
Cara ke curug sidomba
Jika berangkat dari Cirebon ke
Kuningan, ambil arah kanan di tiga jalur alternatif yaitu di Prapatan Bandorasa
Wetan, Balai Desa Manis Lor atau Balai Desa Manis Kidul kemudian lewat Desa
Sembawa dan Desa Peusing.
Namun jika anda berangkat
menggunakan angkutan umum, dari Cirebon naik elf(semacam bus kecil) jurusan
Kuningan. Turun di Desa Manis Lor lalu lanjutkan pakai ojek untuk menuju ke
obyek wisata.
Jika anda dari Cikijing, naik
elf jurusan Cirebon yang melewati terminal Cirendang, turun di Desa Manis Lor
lalu naik ojek untuk sampai ke obyek wisata.
Harga tiketnya terbilang
murah, cukup dengan mengeluarkan Rp 12.000,-/per-orang (dewasa atau anak-anak),
anda sudah bisa puas berjalan kemana saja di area itu. Kecuali ke beberapa
tempat yang kita mesti membayar lagi untuk menikmati fasilitasnya, seperti
Kolam Renang dan Area Outbond.
Jika anda membawa kendaraan
sendiri tentunya ada biaya parkir, biaya parkirnya sekitar Rp 4.000,- untuk
mobil dan Rp 2.000,- untuk motor.
Di area Obyek Wisata Bumi Perkemahan
Sidomba
Tidak hanya curug, di area ini
juga banyak hal yang bisa dinikmati dari mulai Outbond, Kolam Renang, Wahana
bermain ATV dan yang paling saya sukai Kebun Binatan Kecil. Disitu kita bisa
melihat domba bertanduk empat, monyet, ayam kalkun dan yang paling saya suka
adalah cendrawasih.
Setelah dari kebun binatang
kecil-kecilan itu saya bergegas ke curugnya.
![]() |
Jalan kebawah
cukup terjal, hati hati saat turun.
|
Setelah cukup lelah berjalan,
akhirnya sampai juga ke curug sidomba yang daritadi saya ingin lihat.
![]() |
| Curug Sidomba |
Tinggi curug ini memang cuma
tiga meteran tapi jangan salah, curug ini hampir selalu ramai pengunjung walau
di hari-hari biasa. Itu karena mitos yang berkembang di masyarakat, jika kita
berwudhu menggunakan air keran (sebelah kanan, foto diatas), rezeki kita
kedepannya akan mudah datang dan di jauhkan dari malapetaka. Saya sendiri tidak
sempat berwudhu karena harus mengantri sangat panjang, maklum inikan hari libur
jadi pasti sangat ramai.
Bebatuan di bawah air sangat
licin oleh karena itu tidak ada yang berani turun atau basah-basahan. Saya
hanya bermain di pinggiran bebatuan sambil menikmati gemericik air terjun.
Sekian perjalanan saya kali
ini, jika kalian punya kritik dan saran untuk blog ini, ada baiknya berkomentar
dibawah.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar